LAPORAN PRAKTEK LAPANG
Dosen : Dr, Andi Arief, S,Pi, M,Si
DEMOGRAFI
WILAYAH PESISIR DAN KEPULAUAN
![]() |
NAMA :
IBNU MALKAN HASBI
NIM :
L 241 10 276
KELOMPOK :
I (SATU)
ASISTEN :
GITA LESTARI
PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
JURUSAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Negara
Indonesia memiliki wilayah laut sangat luas 5,8 juta km2 yang
merupakan tiga perempat dari keseluruhan wilayah Indonesia. Di dalam wilayah
laut tersebut terdapat 17.480 pulau tetapi baru 4.981 yang telah didaftarkan di
PBB dan dikelilingi garis pantai sepanjang 95.181 km. Potensi perikanan Indonesia adalah
yang terbesar di dunia. Potensi ikan diperkirakan sebanyak 6,26 juta ton
pertahun yang dapat dikelolah secara lestari, dengan rincian sebanyak 4,4 juta
ton dapat ditangkap di perairan teritorial dan 1,86 juta ton dapat diperoleh
dari perairan Zona Ekonomi Eksklusif (Lampe, 2008).
Sulawesi
Selatan memiliki wilayah pesisir dan laut sepanjang 1.937 km dengan luas
wilayah diperkirakan kurang lebih 62.482
km2 dengan panjang pantai 2.500 km. Wilayah tersebut mengandung sumber
daya alam yang melimpah terutama di selat Makassar, Teluk Bone dan Laut Flores.
Sektor perikanan
dan kelautan menjadi salah satu keunggulan Provinsi Sulawesi Selatan.
Namun, potensi sumberdaya pesisir dan laut utamanya sumberdaya hayati ikan dan
sejenisnya di Sulawesi Selatan telah dieksploitasi secara berlebihan baik
melalui perikanan tangkap (laut) maupun budidaya ikan (tambak), sehingga
terjadi penipisan sumberdaya baik pesisir maupun laut
yang sangat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat (http://www.scribd.com,
2011).
Kabupaten Barru terletak di wilayah
pesisir barat Sulawesi Selatan dengan panjang garis pantai 78 km merupakan
daerah dengan potensi kelautan dan perikanan yang prospektif menjadi sumber
pertumbuhan baru dan tumpuan utama dalam mendukung perekonomian masyarakat
pesisir dan kesinambungan di Sulawesi Selatan. Kabupaten Barru secara geografis
terletak pada koordinat 4’0,5’49” sampai 4’47’35” Lintang Selatan dan 119’35’0”
sampai 119’49’16” Bujur Timur yang mempunyai luas wilayah 1.174,72 km2.
Sebagian besar penduduk Barru bermata pencaharian sebagai nelayan, berdagang,
dan berwiraswasta. Pembangunan pada sektor kelautan perikanan Kabupaten Barru
belum menunjukkan hasil yang maksimal
karena pengelolaannya masih relatif tradisional dan terbatasnya pengetahuan dan
teknologi serta dana untuk investasi sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan
hasil lautnya (http://www.arifwordpress.com, 2011).
Demografi
penduduk meliputi
studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk, serta
bagaimana faktor-faktor
ini berubah dari waktu kewaktu. Ilmu mengenai demografi sangat dibutuhkan agar tidak
terjadi kepadatan penduduk yang dapat menyebabkan kekurangan pangan dalam satu
wilayah. Sesuai dengan penjelasan di atas, maka praktek lapang Demografi Wilayah Pesisir dan Kepulauan perlu dilakukan.
B. Tujuan
dan Kegunaan
Tujuan dilaksanakannya praktek lapang Demografi
Wilayah Pesisir dan Kepulauan adalah untuk mengetahui komposisi penduduk dari jenis kelamin, aspek pendidikan
dan pekerjaan masyarakat.
Kegunaan dilaksanaannya praktek lapang ini
adalah sebagai bahan perbandingan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah
dengan hasil yang ditemukan di lapangan.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
A. Defenisi Demografi
Demografi adalah uraian tentang
penduduk, terutama tentang kelahiran, perkawinan, kematian dan migrasi.
Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi
penduduk, serta bagaimana faktor-faktor
ini berubah dari waktu kewaktu. Defenisi lain dari demografi adalah studi ilmiah tentang penduduk,
terutama tentang jumlah, sturuktur dan perkembangannya. Penduduk adalah hasil
tingkat kelahiran, tingkat migrasi dan tingkatkematian. Demografi lazim digunakan untuk menyebut studi tentang sifat terhadap komposisi dan pertumbuhan
penduduk dan demograsi adalah
suatu studi statistik dan matematis tentang jumlah, komposisi san persebaran penduduk,
serta perubahan faktor-faktor
ini setelah melewati kurun waktu yang yang disebabkan oleh lima proses yaitu
fertilitas, mortalitas,
perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.
Beberapa ahli demografi terutama
tertarik kepada statistik fertilitas (kelahiran), moralitas (kematian) dan
migrasi (perpindahan tempat) karena ketiga variabel ini merupakan komponen
komponen yang berpengaruh terhadap perubahan penduduk. Ketiga komponen tersebut
diukur dengan tingkat kelahiran, tingakat kematian dan migrasi yang menentukan jumlah penduduk,
komposisi umur dan laju pertambahan atau penurunan penduduk (http://sururudin.wordpress.com, 2011).
a.
Demografi (Donald J. Bogue, 1885), Ilmu yg mempelajari tentang besar,
komposisi, distribusi, dan perubahan penduduk.
b.
Demografi (Philip M. Hauser dan Duddley Duncan), Ilmu yg mempelajari jumlah, sebaran
teritorial, dan komposisi penduduk; serta perubahan penduduk karena fertilitas,
mortalitas, migrasi, dan mobilitas social.
c.
Demografi
(Hawthorn,1970) adalah studi tentang
interaksi tingkat perkembangan dari 3 komponen (kelahiran, kematian dan
migrasi) dan studi tentang dampak dari perubahan komposisi dan perkembangan
dari penduduk
d.
Demografi
(Boque: 1969) adalah ilmu
statistik dan matematika yang mempelajari ukuran, komposisi dan persebaran
penduduk serta perubahannya pada suatu kurun waktu melalui proses fertilitas,
mortalitas, perkawinan, migrasi serta perubahan penduduk.
Penduduk
adalah orang-orang yabg
berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan
saling berintraksi satu sama lain secara terus menerus/kontinu.dalam sosiologi
penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang
tertentu.
Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan
menjadi dua (http://geamble.blogspot.com, 2011) :
-
orang
yang tinggal di daerah
tersebut
-
orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut,
dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu.misalkan
bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Kecepatan penduduk di hitung dengan
membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Faktor-faktor
yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk, yaitu : fertilitas (kelahiran), moralitas
(kematian) dan migrasi (perpindahan tempat) karena ketiga variabel ini
merupakan komponen komponen yang berpengaruh terhadap perubahan penduduk.
Ketiga komponen tersebut diukur dengan tingkat kelahiran, tingakat kematian dan migrasi yang menentukan
jumlah penduduk, komposisi umur dan laju pertambahan atau penurunan penduduk (http://sururudin.wordpress.com, 2011).
1.
Fertilitas
Kemampuan riil seseorang wanita untuk melahirkan, yang
dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan.
Ukuran
fertilitas,
yaitu :
a.
Crude Birth Rate = (Jumlah lahir hidup setahun
: Populasi 1 Juli) x 100
b. Age
Spesific Fertility Rate = (Jumlah lahir hidup wanita usia ttt : Jumlah wanita dengan usia ttt) x 1000
c. General
Fertility Rate = Jumlah lahir hidup setahun : Jumlah wanita dalam “masa mampu
hamil”) x 100
Masa
mampu lahir = 15 – 44 th.
2.
Mortalitas / angka kematian
a.
Crude Death Rate
Jumlah
kelahiran hidup/tahun x 1000
Jumlah
penduduk pertengahan th (1 Juli)
b.
Age Spesific Death Rate (angka kematian
usia tertentu)
Jumlah
kematian oleh golongan usia ttt per th x 1000
Jumlah
pddk gol usia yg bersangkutan pd pertengahan th (1 Juli)
3.
Migrasi
Perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain,
yaitu :
-
Urbanisasi
-
Transmigrasi
Migrasi internal, yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke
daerah lain dalam suatu negara. Perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah
asal disebut migrasi keluar/emigrasi, sedangkan
masuknya penduduk kesuatu daerah tujuan disebut migrasi masuk/imigrasi.
·
Migrasi Bruto
Jumlah migrasi masuk dan keluar dalam suatu daerah atau
negara.
Angka Migrasi Bruto. Angka yang menunjukan banyaknya migran masuk dan migran keluar selama satu tahun di bagi penduduk pada pertengahan tahun (1 Juli)
Angka Migrasi Bruto. Angka yang menunjukan banyaknya migran masuk dan migran keluar selama satu tahun di bagi penduduk pada pertengahan tahun (1 Juli)
Rumus
: Jumlah migran masuk + migran keluar
Jumlah
penduduk pertengahan tahun X 1000
·
Migrasi Neto
Merupakan selisih antara migrasi masuk dan migrasi
keluar, migrasi neto posistif jika migrasi masuk lebih besar dari pada migrasi
keluar, sedangkan migrasi neto negatif adalah sebaliknya. Angka Migrasi Neto adalah angka yang menunjukkan selisih jumlah migran masuk dan migran
keluar selama satu tahun di bagi penduduk pada pertengahan tahun.
Rumus : Jumlah migran
masuk – migran keluar
Jumlah penduduk pertengahan tahun X 1000
Jumlah penduduk pertengahan tahun X 1000
C. Alat Tangkap
Purse Seine
Purse Seine disebut juga “pukat cincin” karena alat tangkap
ini dilengkapi dengan cincin untuk “tali cincin” atau “tali kerut” di lalukan
di dalamnya. Fungsi cincin dan tali kerut / tali kolor ini penting terutama
pada waktu pengoperasian jaring. Sebab dengan adanya tali kerut tersebut jaring
yang tadinya tidak berkantong akan terbentuk pada tiap akhir penangkapan.
Purse seine, pertama kali diperkenalkan di pantai uatara
Jawa oleh BPPL (LPPL) pada tahun 1970 dalam rangka kerjasama dengan pengusaha
perikanan di Batang dan
berhasil dengan baik. Kemudian diaplikasikan di Muncar (1973/1974) dan
berkembang pesat sampai sekarang. Pada awal pengembangannya di Muncar sempat menimbulakan konflik sosial
antara nelayan tradisional nelayan pengusaha yang menggunakan purse seine.
Namun akhirnya dapat diterima juga. Purse seine ini memang potensial dan
produktivitas hasil tangkapannya tinggi. Dalam perkembangannya terus mengalami
penyempurnaan tidak hanya bentuk (kontruksi) tetapi juga bahan dan perahu/kapal
yang digunakan untuk usaha perikanannya (http://fiqrin.wordpress.com, 2011).
Prinsip menangkap ikan dengan purse seine adalah dengan
melingkari suatu gerombolan ikan dengan jaring, setelah itu jaring bagian bawah
dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong. Dengan
kata lain dengan memperkecil ruang lingkup gerak ikan. Ikan-ikan tidak dapat
melarikan diri dan akhirnya tertangkap. Fungsi mata jaring dan jaring adalah
sebagai dinding penghadang, dan bukan sebagai pengerat ikan.
Pentingnya pukat cincin dalam rangka usaha penangkapan sudah
tidak perlu diragukan untuk pukat cincin besar daerah penangkapannya sudah
menjangkau tempat-tempat yang jauh yang kadang melakukan penangkapan mulai laut
Jawa sampai selat Malaka dalam 1 trip penangkapan lamanya 30-40 hari diperlukan
berkisar antara 23-40 orang. Untuk operasi penangkapannya biasanya menggunakan
“rumpon”. Sasaran penangkapan terutama jenis-jenis ikan pelagik kecil, kembung, layang, selat, bentong, dan
lain-lain (Sudirman, 1999).
III. METODOLOGI PRAKTEK
A.
Waktu dan Tempat
Kegiatan
praktek lapang Demografi Wilayah Pesisir dan Kepulauan dilaksanakan
pada hari Jumat tanggal 25-27 Maret 2011 pada pukul 08.00-selesai, yang
berlokasi di Desa Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.
B.
Metode Praktek
Metode
pengambilan data yang digunakan pada praktek
lapang Demografi Wilayah Pesisir dan Kepulauan adalah :
1)
Observasi yaitu
pengamatan langsung terhadap objek (responden).
2) Wawancara yaitu tanya jawab (menggunakan kuisioner)
dengan responden untuk pengambilan data.
C. Sumber Data
Sumber data yang dikumpulkan dalam
praktek lapang ini adalah :
1) Data
primer adalah data yang diperoleh secara langsung di lapangan melalui wawancara
dan observasi.
2) Data
sekunder adalah data yang dikumpulkan dari instansi terkait yakni
kantor desa setempat berupa data pendukung.
IV.
PEMBAHASAN
A. Keadaan Umum Lokasi
Kabupaten
Barru terletak di wilayah pesisir barat Sulawesi Selatan dengan panjang garis
pantai 78 km merupakan daerah dengan potensi kelautan dan perikanan yang
prospektif menjadi sumber pertumbuhan baru dan tumpuan utama dalam mendukung
perekonomian masyarakat pesisir dan kesinambungan di Sulawesi Selatan.
Kabupaten Barru secara geografis terletak pada koordinat 4’0,5’49” sampai
4’47’35” Lintang Selatan dan 119’35’0” sampai 119’49’16” Bujur Timur yang
mempunyai luas wilayah 1.174,72 km2.
Desa Siddo sebagai tempat
dilaksanakannya Praktek Lapang adalah merupakan salah satu Desa diantara 7 Desa
yang terdapat di Kabupaten Barru. Desa Siddo terletak di Kecamatan Soppeng
Riaja dengan luas wilayah 880 ha, dan terdiri dari 4 Dusun yakni Dusun Siddo,
Dusun Pallamba, Dusun Cangke, dan Dusun Cempaga. Batas wilayah Desa Siddo
adalah :
Sebelah Utara :
Desa Batu Pute
Sebelah Selatan :
Desa Lawallu
Sebelah Barat :
Selat Makassar
Sebelah Timur :
Desa Manuba
B. Jumlah Penduduk dan Matapencaharian
Tabel.1 Jumlah
Penduduk Desa Siddo

Berdasarkan
tabel 1 di atas, jumlah penduduk yang berdomisili di Desa Siddo, Kecamatan
Soppeng Riaja, Kabupaten Barru sebesar 3503 orang dengan jumlah penduduk
laki-laki 1707 orang dan jumlah penduduk perempuan 1796 orang. Jumlah ini
tersebar pada empat Dusun, yakni 1779 orang di Dusun Siddo yang terdiri dari
841 orang laki-laki dan 938 orang perempuan, 969 orang di Dusun Pallamba yang
terdiri dari 494 orang laki-laki dan 413 orang perempuan, 434 orang di Dusun
Cangke yang terdiri dari 215 orang laki-laki dan 219 orang perempuan, serta 321
orang di Dusun Cempaga yang terdiri dari 157 orang laki-laki dan 164 orang
perempuan.
Tabel. 2 Matapencaharian
penduduk di Dusun Siddo
No.
|
Pekerjaan
|
Jumlah
|
1.
|
Nelayan
|
180 orang
|
2.
|
Petani
|
516 orang
|
3.
|
PNS
|
63 orang
|
4.
|
Keterampilan
|
40 orang
|
5.
|
Angkutan
|
13 orang
|
6.
|
Lain-lain
|
82 orang
|
Sumber : Data Sekunder, 2011
Berdasarkan
tabel 2 di atas, terdapat matapencaharian yang beragam dalam masyarakat.
Sebagai daerah pesisir, masyarakat Dusun Siddo, Desa Siddo yang
bermatapencaharian sebagai nelayan sebanyak 180 orang, petani sebanyak 516
orang, PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 63 orang, keterampilan sebanyak 40
orang, angkutan sebanyak 13 orang, dan lain-lain sebanyak 82 orang.
Berdasarkan
hasil wawancara, bahwa sebagian besar masyarakat nelayan memiliki sawah yang
mereka garap ketika sedang tidak melaut. Hal ini dilakukan apabila cuaca di
laut tidak mendukung untuk melaut misalnya karena gelombang tinggi.
C. Sarana dan Prasarana
Sarana
dan prasarana pendukung yang terdapat di Desa Siddo dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel. 3 Sarana
dan Prasarana Desa Siddo
No.
|
Sarana
|
Jumlah
|
1.
|
Kantor Desa
|
1 unit
|
2.
|
Puskesmas
|
1 unit
|
3.
|
Mesjid
|
2 unit
|
4.
|
Mushollah
|
4 unit
|
5.
|
Taman
Kanak-kanak
|
1 unit
|
6.
|
Sekolah Dasar
|
4 unit
|
7.
|
SMP/Tsanawiyah
|
1 unit
|
8.
|
Lapangan
|
1 unit
|
Sumber : Data Sekunder, 2011
Berdasarkan
tabel 3 di atas,
dapat dilihat bahwa ada beberapa sarana dan prasarana pendukung yang terdapat
di Desa Siddo, diantaranya yaitu Kantor Desa yang terdiri dari 1 unit,
Puskesmas sebagai fasilitas umum kesehatan 1 unit, Mesjid sebagai tempat ibadah
2 unit, Mushollah 4 unit, 6 unit Sekolah yang terdiri dari 1 unit Taman
Kanak-Kanak, 4 unit Sekolah Dasar, dan 1 unit SMP/Tsanawiyah, dan dilengkapi
dengan 1 unit lapangan.
Sesuai
dengan Tuwo, 2011 bahwa aspek sarana dan prasarana memiliki dua sisi
kepentingan, yaitu sebagai alat memenuhi kebutuhan dan sebagai pengendalian
dalam rangka memelihara keseimbangan lingkungan. Pembangunan sarana dan
prasarana dapat mendukung pengembangan wilayah, sehingga upaya pemanfaatan
dapat optimal.
D. Keadaan Umum Informan
Tabel. 4 Keadaan Umum Informan

Berdasarkan tabel 4 di atas, informan
pertama bernama Syamsuddin berumur 36 tahun dengan pendidikan terakhir SMA,
sekarang menjabat sebagai Sekertaris Desa dan memiliki 4 orang anggota
keluarga. Sedangkan informan kedua bernama Iccank berumur 30 tahun dengan
pendidikan terakhir SMP, bekerja sebagai nelayan purse seine ketika cuaca untuk
melaut memungkinkan dan beralih menjadi petani sawah ketika cuaca di laut
sedang tidak bersahabat, dan memiliki 5 orang anggota keluarga.
V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil
dari pembahasan hasil praktek lapang sebelumnya adalah :
1.
Desa Siddo merupakan salah satu Desa diantara 7 Desa yang
terdapat di Kabupaten Barru dan terletak di Kecamatan Soppeng Riaja dengan luas
wilayah 880 ha terdiri dari 4 Dusun yakni Dusun Siddo, Dusun Pallamba, Dusun
Cangke, dan Dusun Cempaga.
2.
Jumlah penduduk yang berdomisili di Desa Siddo sebesar
3503 orang dengan jumlah penduduk laki-laki 1707 orang dan jumlah penduduk
perempuan 1796 orang.
3.
Masyarakat
Dusun Siddo yang
bermatapencaharian sebagai nelayan sebanyak 180 orang, petani sebanyak 516
orang, PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 63 orang, keterampilan sebanyak 40
orang, angkutan sebanyak 13 orang, dan lain-lain sebanyak 82 orang.
4.
Sarana dan
prasarana pendukung yang terdapat di Desa Siddo, diantaranya yaitu Kantor Desa 1 unit, Puskesmas 1 unit, Mesjid 2
unit, Mushollah 4 unit, 6 unit Sekolah yang terdiri dari 1 unit Taman
Kanak-Kanak, 4 unit Sekolah Dasar, dan 1 unit SMP/Tsanawiyah, dan dilengkapi
dengan 1 unit lapangan.
B. Saran
Saran
untuk praktek lapang selanjutnya, asistensi umum dilakukan satu atau dua minggu
sebelum berangkat agar lebih banyak waktu untuk mempersiapkannya.
Saran
untuk asisten, lebih teliti memeriksa laporan praktikan dari awal asistensi.
VI.
DAFTAR PUSTAKA
Lampe,
Munsi. 2008. Wawasan Sosial Budaya Bahari. UPT-MKU, Universitas Hasanuddin,
Makassar.
Sudirman,
dkk. 1999. Bahan Pengajaran Metode Penangkapan Ikan. Universitas Hasanuddin.
Makassar.
Tuwo, Ambo. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut
: Pendekatan Ekologi, Sosial Ekonomi, Kelembagaan, dan Sarana Wilayah. Brilian
Internasional, Surabaya.
http://www.scribd.com/sulawesi-selatan/. Diakses pada tanggal 23
Maret 2011, pukul 09.00 WITA
http://www.arifwordpress.com/potensi-barru/. Diakses pada tanggal 23
Maret 2011, pukul 08.56 WITA
http://fiqrin.wordpress.com/artikel-tentang-ikan/purse-seine/. Diakses pada tanggal 23
Maret 2011, pukul 10.36 WITA.
http://sururudin.wordpress.com/2008/09/15/demografi/. Diakses pada tanggal 23
Maret 2011, pukul 13.34 WITA
http://4goeng.multiply.com/journal/item/6. Diakses pada tanggal 23
Maret 2011, pukul 13.45 WITA
http://geamble.blogspot.com/2010/03/pengertian-penduduk.html. Diakses pada tanggal 6 April
2011, pukul 19.30 WITA.
LAMPIRAN
A. 


Layout
Lokasi







![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||








: Sekolah : Dermaga
B. Data Informan
Tabel Data Informan

C. Foto Informan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar